Jumat, 19 Agustus 2011

Kegiatan Pengembangan Diri Tidak Terprogram

Text Box: KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI SECARA TIDAK TERPROGRAM DAPAT DILAKSANAKAN

Kegiatan

Rutin, yaitukegiatan yangdilakukan terjadwal

• Piket kelas

• Ibadah

• Berdoa sebelum dan sesudahpembelajaran di kelas

• Bakti sosial

Spontan, adalahkegiatan tidakterjadwal dalamkejadian khusus

• Memberi dan menjawab salam

• Meminta maaf

• Berterima kasih

• Mengunjungi orang yang sakit

• Membuang sampah pada tempatnya

• Menolong orang yang sedang dalamkesusahan

• Melerai pertengkaran

Keteladanan,adalah kegiatandalam bentukperilaku sehari-hari

• Performa guru

• Mengambil sampah yang berserakan

• Cara berbicara yang sopan

• Mengucapkan terima kasih

• Meminta maaf

• Menghargai pendapat orang lain

• Memberikan kesempatan terhadap

pendapat yang berbeda

• Mendahulukan kesempatan kepada

orang tua

• Penugasan peserta didik secara bergilir

• Menaati tata tertib (disiplin, taatwaktu, taat pada peraturan)

• Memberi salam ketika bertemu

• Berpakaian rapi dan bersih

• Menepati janji

• Memberikan penghargaan orang yang berprestasi

• Berperilaku santun

• Pengendalian diri yang baik

• Memuji pada orang yang jujur

• Mengakui kebenaran orang lain

• Mengakui kesalahan diri sendiri

• Berani mengambil keputusan

• Berani berkata benar

• Melindungi kaum yang lemah

• Membantu kaum yang fakir

• Sabar mendengarkan orang lain

• Mengunjungi teman yang sakit

• Membela kehormatan bangsa

• Mengembalikan barang yang bukan

miliknya

• Antri

• Mendamaikan

Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan disekolah adalah sebagai berikut ini

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yangditanamkan Strategi

A. Bimbingan Konseling(BK)

• Kemandirian

• Percaya diri

• Kerja sama

• Demokratis

• Peduli sosial

• Komunikatif

• Jujur

• Pembentukankarakter ataukepribadian

• Pemberian motivasi

• Bimbingan karier

B. Kegiatan Ekstrakurikuler:

1. Kepramukaan

• Demokratis

• Disiplin

• Kerja sama

• Rasa Kebangsaan

• Toleransi

• Peduli sosial danlingkungan

• Cinta damai

• Kerja keras

• Latihan terprogram(kepemimpinan,berorganisasi)

2. UKS dan PMR

• Peduli sosial

• Toleransi

• Disiplin

• Komunikatif

• Latihan terprogram

3. KIR

• Komunikatif

• Pembinaan rutin

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yangditanamkan Strategi

• Rasa ingin tahu

• Kerja keras

• Senang membaca

• Menghargai prestasi

• Jujur

• Mengikutiperlombaan

• Pameran atau pekanilmiah

• Publikasi ilmiahsecara internal

4. Olahraga

• Sportifitas

• Menghargai prestasi

• Kerja keras

• Cinta damai

• Disiplin

• Jujur

• Melalui latihanrutin (antara lain:bola voli, basket,tenis meja,badminton, pencaksilat, outbond)

• Perlombaan olahraga

5. Kerohanian

• Religius

• Rasa kebangsaan

• Cinta tanah air

• Beribadah rutin

• Peringatan hari

besar agama

• Kegiatan

keagamaan

6. Seni budaya/Sanggarseni

• Disiplin

• Jujur

• Peduli budaya

• Peduli sosial

• Cinta tanah air

• Semangat

kebangsaan

• Latihan rutin

• Mengikuti vokal

grup

• Berkompetisi

internal dan

eksternal

• Pagelaran seni

7. Kesehatan reproduksiremaja

• Kebersihan

• Kesehatan

• Tanggung jawab

• Rasa ingin tahu

• Kegiatan rutin padawaktu hari jum’at

8. Kepemimpinan

• Tanggung jawab

• Keberanian

• Tekun

• Sportivitas

• Disiplin

• Mandiri

• Demokratis

• Cinta damai

• Cinta tanah air

• Peduli lingkungan

• Peduli sosial

• Keteladanan

• Sabar

• Toleransi

• Kerja keras

• Pantang menyerah

• Kerja sama

• Kegiatan OSIS

• Kepramukaan

• Kegiatankerohanian

• Kegiatan KIR

• Kegiatan PMR

Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang

ditanamkan Strategi

9. Festival sekolah

• Kreativitas

• Etos kerja

• Tanggung jawab

• kepemimpinan

• Kerja sama

• Pasar seni

• Pagelaran seni ataumusik

• Pameran karyailmiah

• Bazaar

• Pasar murah

• Karya seni

Pemahaman Pendidikan Berkarakter Bangsa dan Kewirausahaan

Pendidikan karakter merupakan hal yang baru sekarang ini meskipun bukan sesuatu yang baru. Penanaman nilai-nilai sebagai sebuah karakteristik seseorang sudah berlangsung sejak dahulu kala. Akan tetapi, seiring dengan perubahan jaman, agaknya menuntut adanya penenaman kembali nilai-nilai tersebut ke dalam sebuah wadah kegiatan pendidikan di setiap pengajaran.

Penanaman nilai-nilai tersebut dimasukkan (embeded) ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan maksud agar dapat tercapai sebuah karakter yang selama ini semakin memudar.

Setiap mata palajaran mempunyai nilai-nilai tersendiri yang akan ditanamkan dalam diri anak didik. Hal ini disebabkan oleh adanya keutamaan fokus dari tiap mapel yang tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Distribusi penanaman nilai-nilai utama dalam tiap mata pelajaran dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Pendidikan Agama: Nilai utama yang ditanamkan antara lain: religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.
  2. Pendidikan Kewargaan Negara: Nasionalis, patuh pada aturan sosial, demokratis, jujur, mengahrgai keragaman, sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain.
  3. Bahasa Indonesia: Berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, percaya diri, bertanggung jawab, ingin tahu, santun, nasionalis.
  4. Ilmu Pengetahuan Sosial: Nasionalis, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, peduli sosial dan lingkungan, berjiwa wirausaha, jujur, kerja keras.
  5. Ilmu Pengetahuan Alam: Ingin tahu, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, jujur, bergaya hidup sehat, percaya diri, menghargai keberagaman, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli lingkungan, cinta ilmu
  6. Bahasa Inggris: Menghargai keberagaman, santun, percaya diri, mandiri, bekerja sama, patuh pada aturan sosial
  7. Seni Budaya: Menghargai keberagaman, nasionalis, dan menghargai karya orang lain, ingin, jujur, disiplin, demokratis
  8. Penjasorkes: Bergaya hidup sehat, kerja keras, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, mengahrgai karya dan prestasi orang lain
  9. TIK/Ketrampilan: Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain.
  10. Muatan Lokal: Menghargai kebersamaan, menghargai karya orang lain, nasional, peduli.

Bagaimana kesemuanya diaplikasikan? Setiap nilai utama tersebut dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran mulai dari kegiatan eksplorasi, elaborasi, sampai dengan konfirmasi.

Bagian pertama adalah Eksplorasi, antara lain dengan cara:

  1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir logis, kreatif, kerjasama)
  2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
  4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
  5. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)

Bagian kedua adalah Elaborasi, nilai-nilai yang dapat ditanamkan antara lain:

  1. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif, logis)
  2. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
  3. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis)
  4. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
  5. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras, menghargai)
  6. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
  7. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
  8. Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
  9. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

Dan bagian ketiga adalah konfirmasi, nilai-nilainya antara lain:

  1. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
  2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
  3. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan dan kekurangan)
  4. Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
  • Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
  • membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
  • Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis)
  • Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu); dan
  • Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

Penanaman nilai inilah yang nantinya diharapkan akan menjadikan peserta didik menjadi lebih berkarakter.

Rabu, 10 Agustus 2011

Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA&TOBAT lah obatnya, Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN lah pemutihnya,MOHON MAAF LAHIR&BATHIN,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.