Sabtu, 16 April 2011

Teknik Merumuskan kesimpulan

Teknik Merumuskan kesimpulan

Untuk menyusun sebuah kesimpulan, kita dapat melakukannya dengan dua cara, yakni teknik kesimpulan dedukitif dan cara Induktif
1. a.kesimpulan Deduktif kesimpulan umum-khusus/ kesimpulan yang dimulai dengan mengemukakan pernyataan umum (premis mayor) diikuti pernyataan khusus (premis minor) untuk menarik kesimpulan yang khusus. Penalaran ini disebut juga silogisme.
Contoh. A. kandungan racun bisa ular 90 % berpotensi membunuh manusia
Kandungan racun kelabang 75 % berpotensi membunuh
Kandungan racun bisa kalajengking 70 % berpotensi membunuh manusia
Jadi kesimpulanya, kandungan racun bisa ular kobra lebih berpotensi membunuh manusia diabandingkan dengan kandungan racun kelabang dan kalajengking
B. hobi udin banyak sekali diantaranya dia suka membaca,berenang dan bernyanyi, akan tetapi hobi yang sering dilakukan udin setiap hari adalah membaca koran.
Jadi kesimpulannya, hobi udin yang rutin dilakukan adalah membaca Koran dibandingkan dengan hobi udin yang lainnya.

2. kesimpulan induktif yaitu penalaran yang dimulai dengan mengemukakan peristiwa-peristiwa khusus menuju kepada kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus tersebut.
Kesimpulan induktif ada beberapa macam:
a. Generalisasi
Kesimpulan. generalisasi kita mulai dengan mangemukakan peristiwa-peristiwa yang khusus untuk diambil kesimpulannya secara umum. Peristiwa khusus yang kita kemukakan jumlahnya harus memadai agar kesimpulan yang kita tarik adalah kesimpulan yang terpercaya kebenarannya. Oleh karena itu, generalisasi harus berdasarkan fakta-fakta, buktui-bukti yang ada, akurat, jelas, dan tepat.
Contoh:
- Emas adalah jenis logam, bila dipanaskan akan memuai
- Perak adalah sejenis logam, bila dipanaskan akan memuai
- Timah adalah sejenis logam, bila dipanaskan akan memuai
- Tembaga adalah sejenis logam, bila dipanaskan akan memuai.
Dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa semua jenis logam bila dipanaskan akan memuai.



b.Analogi
Penalaran jenis ini kita mulai dengan membandingkan dua hal yang memiliki banyak persamaan. Karena dalam banyak segi terdapat persamaan akhirnya kita menarik kesimpulan bahwa pada segi-segi yang lain pun tentu akan terdapat persamaan juga.
Contoh:
Seorang siswa berkunjung ke beberapa rumah kerabat dan teman-temannya di Jakarta pada hari lebaran. Di setiap rumah yang ia kunjungi selalu ada ketupat dan kue nastar. Akhirnya ia berksesimpulan bahwa di rumah kerabat dan temannya yang lain pun pada saat lebaran pasti ada ketupat dan kue nastar.

C. Sebab-akibat
Pada penalaran jenis ini yang kita kemukakan adalah peristiwa-peristiwa/fakta-fakta yang menjadi sebab menuju kepada suatu kesimpulan yang menjadi akibat.
Contoh:
Seorang gadis penduduk kota Jakarta pulang sekolah kehujanan. Ia segera naik bus. Nampak olehnya jalan raya tergenang air karena banjir. Beberapa pohon tumbang ditiup angin kencang. Dia berpikir tentu tempat tinggalnya yang berjarak tiga kilometer dari sekolahnya juga disiram air hujan bahkan banjir. Kemuadian ia teringat akan jemuran baju seragamnya yang ia cuci tadi pagi. Ia berkesimpulan pasti jemuran seragamnya basah.

D. Akibat-sebab
Penalaran akibat-sebab dimulai dengan fakta-fakta yang menjadi akibat lalu kita analisis untuk mencari sebabnya.
Contoh:
Ada siswa yang nilainya rata-ratanya 5,00. Orang tua dan gurunya mencari sebab mengapa siswa tersebut nilai rata-ratanya jelek. Ternyata ia sering membolos dan tidak pernah mengerjakan tugas serta malas membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar