Senin, 28 Maret 2011

KALIMAT SALAH NALAR

Salah nalar

Coba Anda perhatikan contoh di bawah ini.

(a) Pada hari ini saya datang terlambat karena jalannya macet

(b) Saya mohon maaf tidak bisa mengikuti arisan karena tidak ada waktu.

Kalimat di atas merupakan bagian surat yang sering kita lihat pada surat pemberitahuan. Jika dilihat selintas memang kalimat di atas tampak efektif karena mudah kita pahami. Akan tetapi, kalimat tersebut sebenarnya tidak efektif karena salah nalar. Pada kalimat (a) terdapat frasa jalannya macet. Di dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI, 1994: 611) kata macet berarti terhenti atau tidak lancar. Kata terhenti atau frasa

tidak lancar hanya boleh mengikuti kata yang bermakna ’gerak.’ Sedangkan kata jalan tidak mengandung makna ’gerak. Oleh karena itu, frasa jalanya macet mengalamai salah nalar, karena kata jalan pada konteks kalimat tersebut memang tidak pernah bergerak.

Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada kalimat (b). Tuhan telah memberikan waktu kepada kita 24 jam dalam satu hari dan satu malam. Jadi kalau ia tidak bisa arisan karena tidak ada waktu, berarti terjadi salah nalar. Kemungkinan yang tidak ada adalah kesempatan, karena setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda.

Dua kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi:

(a) Pada hari ini saya datang terlambat karena lala lintas macet

(b) Saya mohon maaf tidak bisa mengikuti arisan karena tidak ada kesempatan untuk datang.

Masih banyak contoh kalimat lain yang salah nalar, misalnya:

(a) Mobil Pak Sanusi mau dijual.

(b) Waktu dan tempat kami persilakan kepada Bapak Rustamaji.

(c) Bola berhasil masuk ke gawang lawan.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi:

(a) Mobil Pak Sanusi akan dijual.

(b) Bapak Rustamji kami persilakan.

(c) Ronaldo berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar